Enrich your website with powerful apps



Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Senin, 12 November 2012

Hidupku yang Brengket

-hidupku yang brengket-

Ini hidup yang berengket, atau aku saja yang sebenarnya berengket?
: Sesuatu yang hampir muskil kubedakan. 

Siapa yang sebenarnya salah? Atau mungkin kau bisa menilik diriku; mencoba menerka-nerka siapa diriku yang sebenarnya. Dengan mengamati apa dan bagaimana aku hidup; yang berantakan, rumit dan tidak menyenangkan. 

Di balik sebuah banner panjang yang menutupi sebuah pojok ruangan. Rak sepatu yang disulap menjadi tempat menyimpan buku dan arsip organisasi ada di balik banner itu. Sebuah kardus penyok, dengan tempat penyimpanan arsip yang penuh dengan kotoran rayap. Jarang ada surat yang masuk ke tempat itu. Semuanya berantakan: surat-surat, proposal, materi jurnalistik, berserakan begitu saja di lantai. Jika ia bernasib baik: ia selamat. Kalau tidak: menjadi tempat alas kopi atau untuk membungkus bangkai cicak yang berbau busuk dan kerap membuat hidungku menjadi bebal.

Ada juga sebuah tas cangklong kuning pemberian kekasihku yang sudah lama tidak terjamah sabun. Mungkin sudah puluhan noda ada di situ. Ia menjadi tempatku menyimpan buku bahan skripsi. Di balik banner itu pula, ada sebuah asbak dari gips, dengan ukiran timbul perempuan telanjang yang tidur terlentang di pinggiran asbak itu. Bagian kemaluannya sudah berwarna hitam pekat –bekas abu– karena di sanalah tempat faforit untuk mematikan abu rokok bagi kawan-kawanku di sekertariat. Mengerikan.
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Random Posts