Enrich your website with powerful apps



Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Tampilkan postingan dengan label Cerita Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Eks Striker Inter Milan "Sulap" Kostum Jadi Hiasan Kursi Unik

Obafemi Martins gunakan kostumnya untuk kulit kursi (Instagram,/Obagoal)

VIVAbola - Ada-ada saja kelakuan pemain Nigeria, Obafemi Martins. Tidak ingin kostum-kostumnya hanya berdebu di lemari, jersey tersebut akhirnya disulap menjadi hiasan kursi-kursi yang indah.

Pemain yang saat ini memperkuat klub Liga Amerika Serikat (MLS), Seattle Sounders, ini ternyata cukup kreatif memaksimalkan barang-barang miliknya. Martins bahkan memamerkan kursi uniknya di akun Instagram miliknya (@obagol).

Kursi-kursi ruang makan berwarna emas dengan ornamen berkelas, dibalut dengan kostum-kostum klub yang pernah diperkuat Martins. Sepanjang 13 tahun karirnya, pemain 28 tahun itu sudah memperkuat 8 klub.

Sebut saja Reggina, Inter Milan, Newcastle Unites, Wolfsburg, Rubin Kazan, Birmingham City, Levante, Seattle dan Nigeria. Logo dan bagian depan kostum berada di depan kursi, sedangkan nama Martins dan nomor punggung terpampang pada bagian belakang.

Tampaknya dengan sederet klub tersebut, Martins bisa mengadakan pesta yang cukup besar tanpa takut kehabisan kursi.

Martins tampil cukup stabil bersama Seattle dengan mencetak 6 gol dalam 10 laga. Karir pemain Timnas Nigeria ini memang terseok usai dibuang Inter dan Newcastle sampai akhirnya mencoba peruntungan di Major League Soccer (MLS). (one)

***

Senin, 29 April 2013

Sejarah Bajak Laut di Asia Tenggara

Dalam historiografi tradisional Asia Tenggara, perompak atau bajak laut, pekerja seks, tukang rickshaw dan kelompok orang kecil lain seolah dikelompokkan sebagai underclass dan dipresentasikan sebagai the people without history. Padahal, mereka justru merupakan elemen penting yang mempengaruhi perubahan lanskap budaya dan sejarah Asia Tenggara.

Temuan brilian itu antara lain terungkap lewat buku baru yang menggunakan pendekatan etnografi kesejarahan untuk menganalisa masa lalu Asia Tenggara. Orang yang tak diperhitungkan itu, menurut penulis, termasuk pula petani kecil, kuli perkotaan, perompak/orang gipsi laut.

Terinspirasikan pendahulunya, Prof John Smail, yang menganjurkan penulisan sejarah otonom dengan perspektif paralel (hal 4), penulisnya mencoba menuliskan sejarah Asia Tenggara berdampingan dengan ingar-bingarnya sejarah imperialisme Barat, lewat pemanfaatan sebanyak mungkin sumber dan data sejarah lokal yang terabaikan selama ini.

Pendekatan kesejarahan seperti itu jelas menghasilkan rekonstruksi sejarah alternatif atas beberapa kelompok masyarakat di wilayah ini, yakni sejarah dari mereka yang selama ini termarginalkan.

Usaha penulis jelas telah menambah deretan sejarawan lain yang mencoba (dan berhasil) dalam menghidupkan kembali suara-suara kelompok yang terpinggirkan untuk muncul bergema kuat dalam historiografi sejarah. Dengan menggunakan temuan arkeologi, tradisi oral, dan materi visual demi mengayakan sumber tertulis, Jean Taylor, dalam Indonesia: Peoples and Histories (2003), misalnya, berhasil merekonstruksikan sejarah Indonesia yang lebih plural, mengangkat komunitas kecil dan topik-topik yang dianggap sepele untuk memperlihatkan kontribusi kuat mereka dalam proses-proses penciptaan Indonesia modern.

Tidak berbeda dengan Taylor, Ruth Balint dalam Troubled Waters: Borders, Boundaries, Possession in the Timor Sea (2005) juga berhasil mengangkat dinamika peradaban yang hidup, berkembang dan menghilang di area perairan selatan Indonesia, yakni wilayah antara Laut Timor dan pesisir utara Australia. Kisah nelayan Timor dan masyarakat asli Aborigin di sana dapat mencuat berkat penolakan Balint atas penggunaan konsep partisi geografi modern abad ke-20 sebagai pembatas Asia Tenggara dengan Benua Australia.

Seperti Balint, dalam buku ini Warren melakukan pendekatan yang kurang lebih sama: mengadopsi konsep kewilayahan Asia Tenggara yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan sejarawan sosial sebelumnya. Penggunaan bahan arsip secara ekstensif memang telah menolong sekali dalam penyusunan kisah sejarah naratifnya.

Namun, penelitian antropologisnya yang didukung seluas-luasnya oleh sumber tradisi lisan, foto, maupun lukisan telah membuktikan bahwa pembagian geografis dan rekonstruksi sejarah Barat selama ini tidak selamanya mampu memperlihatkan sejarah masyarakat-masyarakat khas di kawasan ini yang sesungguhnya.

Banyak hal baru

Topik-topik yang dibahas Warren dalam buku ini memang nyaris tak pernah tersentuh sejarawan sebelumnya. Memunculkan kisah perbudakan yang terjadi terhadap suku Bajau (orang laut) dalam konteks Kesultanan Sulu dan kisah industri prostitusi dan penarik rickshaw yang miskin dan kelaparan dalam sejarah kolonial Singapura telah menampilkan jajaran medley topik-topik di kawasan ini, yang mengacu pada teori bahwa sejarah sosial dan budaya kawasan tersebut sebenarnya memang berproses evolutif dari bawah ke atas.

Selain saling berkaitan erat secara ekonomi dan politik, proses- proses yang terjadi pada komunitas tersebut telah menyumbangkan wajah Asia Tenggara modern yang dikenal sekarang. Mereka memainkan peran formatif mentransformasikan wilayah ini di aspek ekonomi, sosial dan budaya, yakni akar kuat sejarah komunitas-komunitas di Asia Tenggara.

Bila kita memahami konsep kewilayahan Asia Tenggara dalam perspektif seperti itu, kekecewaan yang muncul karena tidak ditemukannya esai khusus tentang Indonesia (sebagaimana kesan awal) terhadap buku ini menjadi pupus dan tidak berdasar. Artinya, dinamika sejarah kelompok- kelompok masyarakat yang diungkap sesungguhnya sudah mencakupi Indonesia, meskipun secara politis mereka kini terpartisi atas wilayah Asia Tenggara modern dalam konteks negara modern Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Menampilkan 16 esai sejarah yang pernah muncul dalam pelbagai jurnal ilmiah, buku ini dapat dibagi atas tiga tema besar penelitian sejarah Asia Tenggara. Tema pertama merupakan riset mengenai sejarah muncul dan berkembangnya dunia maritim pada paruh akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, di zona wilayah perairan dalam di bawah pengawasan kuat Kesultanan Sulu.

Warren berhasil menunjukkan bahwa kontrol dan penguasaan kekuasaan tersebut telah mentahbiskan Kesultanan Sulu sebagai jantung globalisasi perdagangan dunia terpenting masa itu. Berkat aktivitas perdagangan komoditas hasil laut, merajalelanya aktivitas perompak laut yang berhubungan kuat dengan praktik perbudakan (penjualan dan eksploitasi manusia) dalam satu konteks berproses, berevolusi dan mengkristal untuk meninggalkan suatu budaya tersendiri, yang kini pengaruhnya membentang jauh hingga ke Selat Malaka di sebelah Barat.

Dalam buku ini, sejarah orang- orang yang selama ini termarginalkan dalam karya-karya lain, bukan saja berhasil diangkat ke tempat utama dalam panggung sejarah, tetapi juga sekaligus memperlihatkan proses-proses panjang perjalanan yang kompleks dan menjadi cikal bakal terbentuknya perdagangan antar- Asia di era modern. Kisah para perompak laut di perairan itu, kelompok orang dan gipsi laut abad ke-18 hingga ke-19, ditampilkan penulisnya sebagai cara penjelasan untuk melihat sejarah Asia Tenggara dalam hubungannya dengan aspek-aspek politis yang lebih luas.

Topik kedua dalam buku ini berpendar seputar masa lalu atau sejarah sosial Singapura kolonial. Dipusatkan pada kisah kaum penarik rickshaw yang bermigrasi dari selatan China, nuansa sejarah masa lalu Singapura pun kian tersingkap. Pelbagai kisah kehidupan pekerja seks pendatang yang sebelumnya tak pernah diungkap sejarawan lain diangkat penulisnya tidak saja secara solo, tetapi sekaligus terkombinasi secara paralel dengan kisah penarik rickshaw. Hasilnya, rekonstruksi sejarah menarik dari orang-orang kecil yang begitu kaya nuansa karena menonjolkan tema penderitaan, kemiskinan, ketidakberdayaan, dan eksploitasi yang jarang ditulis dalam kronik sejarah.

Tema ketiga, yakni kumpulan tulisan yang memfokuskan pada hubungan erat antara kejahatan transnasional, yang meliputi pembajakan di laut dan human trafficking (perdagangan manusia) setelah dibukanya China awal abad ke-21 di wilayah Asia Tenggara, merupakan pembahasan paling relevan terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pelik kontemporer kawasan itu.

Asal Usul Nabi Adam (Manusia Pertama)

Sepanjang sejarah makhluk yang bernama manusia dimuka bumi dengan segala kisahnya, ternyata masih banyak menjadi misteri.
Sosok Adam sebagai manusia pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.
Kisah ini mencoba menguak secuil misteri tentang penciptaan Nabi Adam, dan disajikan untuk anda sekalian.

Al kisah sebelum terciptanya Adam, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk mengunjungi bumi dalam rangka mengambil tanah sebagai bahan menciptakan Adam.

Namun ketika dibumi, bumi menyatakan penolakan untuk diambil tanahnya sebab bumi khawatir kelak manusia akan melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
Setelah kejadian ini maka Jibrilpun kembali dan melapor pada Allah.

Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk turun tangan dengan maksud yang sama.

Namun bumipun kembali menolak, dan Mikail melaporkan kegagalan ini pada Allah.

Menyikapi hal ini selanjutnya Allah memerintahkan Izra’il yang turun ke bumi,
Allah SWT berkata kepada Izra’il:

“ engkau, AKU tugaskan mengambil tanah, meskipun bumi bersumpah, janganlah engkau mundur. Kerjakan perintah-KU dan atas nama-KU”.

Izra’ilpun turun ke bumi dan berkata:
“ Hai bumi, ketahuilah kedatanganku kesini atas perintah Allah dan atas nama Allah, jika engkau membantah perintah Allah tentunya engkau akan menjadi mahluk yang durhaka pada Allah”.


Mendengar perkataan Izrai’il maka bumipun akhirnya pasrah, dan Izra’il akhirnya mengambil beberapa jenis tanah.
Selanjutnya Ia kembali kepada Allah.

Menyambut kedatangan Izra’il Allah berkata:
“Ya Izra’il, pertama engkau yang aku tugaskan mengambil tanah, kelak engkaulah yang akan mencabut nyawa manusia”.

Mendengar hal ini Izra’il menjadi bimbang
“ Jika demikian, maka hamba akan dibenci oleh anak cucu Adam karena pekerjaan ini”.

Allah Berkata ;
“ Tidak mereka tidak akan memusuhi engkau, AKU nanti yang mengaturnya.
Akan aku jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka.
Bisa karena terbunuh, bisa karena terbakar, bisa juga karena menderita penyakit, dan sebagainya”.



Dan Menurut Ibnu Abbas ada beberapa spesifikasi tanah yang digunakan untuk membuat manusia (Adam) sebagai berikut:

• Kepala Adam dari tanah Baitul Muqadis : tempat otak dan akal manusia
• Telinga Adam dari tanah bukit Tursina: karenanya menjadi alat pendengar
• Dahi Adam dari tanah Iraq: karenanya tempat bersujud pada Allah
• Muka Adam dari tanah Aden: karenanya menjadi tempat berhias dan kecantikkan
• Gigi Adam dari tanah telaga Al Kautsar: tempat untuk manis-manis
• Tangan kanan Adam dari tanah Ka’bah: untuk mencari nafkah dan bekerja
• Tangan kiri Adam dari tanah Paris: untuk bersuci cebok (istinjak).
• Kemaluan Adam dari tanah Babylonia: tempat birahi dan tipu daya syaiton untuk membimbing manusia menuju dosa.
• Hati Adam dari tanah surga Firdaus: sebagai tempat iman, keyakinan, dan ilmu
• Lidah Adam dari tanah Tha’if: tempat untuk mengucap kalimat syahadat dan berdoa.

Bagaimanakah prosesnya :
1. Ketika Allah akan jadikan Adam, tanah itu dicampuri air tawar,air masin,air hanyir,angin,api.Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan.Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah ,wangi-wangian dari sifat Nur Sifat Allah, dan dirasmi dengan air hujan "Barul Uluhiyah".
4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal".Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang sempurna.
5. Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia pula merasa malas dan enggan, malah ia berputar-putar, mengelilingi patung kepada Izrail.

Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya.Tidak seperti warna kulit kita sekarang ini.Kerana Adam telah diturunkan ke dunia,terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan : yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia.

Hal ini kita biasa lihat meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan. Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang.Tujuh buah liang di kepala,dan dua buah liang dibawah badan letaknya.Tujuh buah letaknya di kepala : dua liang mata,dua liang telinga, dua liang hidung dan sebuah liang mulut.Yang dua macam di bawah : sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera :

1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat perasa manis,masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk perasa halus, kasar dan sebagainya.

Setelah Roh masuk ke dalam tubuh Adam :

Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untul memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.Dahulu Izrail ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini dia pula ditugaskan untuk mencabut nyawa
umat manusia.

Setelah itu meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri dan ke kanan. Dan juga melihat ke bawah di mana bahagian badannya masih merupakan tanah keras.Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu Adam telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara merdu dan mengasyikkan.

Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. Ketika itulah Allah ajarkan padanya mengucap Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata: Yarkhamukallah" yang ertinya: "semoga engkau diberi rahmat Allah" Oleh kerana itu jika orang bersin menjadi ikutan sunat mengucap Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat mengucapkan "Yarkhamukallah".

Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian badannya kebawah masih menjadi tanah keras. Di sini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud :"Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)

Maka ketika roh itu sampai di bahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh Adam, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian bagus dan halus. Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam.

Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia baru, maka dialah merupakan jenis makhluk manusia yang pertama.Wajahnya cukup cantik, semuamalaikat berasa kagum lihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun diperkenalkan kepada seluruh penghuni langit pertama hinggalah yang ketujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.
Quote:
Seperti itulah yg bisa saya Ambil dari Berbagai Sumber.
Jika Ada Kesalahan saya Mohon Maaf yang Sebesar - besarnya.
dan Mohon Pencerahannya.
Terimakasih.

"Handschar", Barisan Tentara Muslim NAZI

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar Nazi? mungkin Adolf Hitler,Holocaust,dan lainya.Tapi yang akan saya jelaskan pada pembahasan kali ini adalah sebuah Divisi yang terdiri dari orang orang Muslim Bosnia yang bukan merupakan orang German alias non-German.Rencana ini sudah disetijui oleh Adolf Hitler sendiri,atas usulan dari Heinrich Himmler yang menganggap bahwa Islam menciptakan pejuang yang tanpa takut karna Islam menjanjikan bahwa tewas dalam perang adalah jalan menuju surga.Pada April 1943,seorang Mufti Jerusalem dipanggil untuk membantu seleksi dan mengatur untuk masuk ke Waffen-SS.

seorang Mufti bernama Mohammad Amin al-Husayni menyambut sukarelawan Bosnia yang akan ikut serta dalam perang
Akhirnya setelah rekruitmen selesai,didapati sekitar %60 adalah Muslim dan sisanya adalah orang German yang menetap di Bosnia yang terhitung ada sebanyak 23,200 Muslims dan 2,800orang Kroasia.Dan,setiap divisi memiliki imam imam di setiap batalion.

Pada tanggal 9 Oktober,barulah nama amereka ditetapkan sebagai 3. Waffen-Gebirgsdivision der SS"Handschar" Division..Dan pada 15 February 1944 selesailah latihan mereka di Neuhammer dan siap kembali NDH alias Kroasia.

Prajurit "calon Handschar" yang sedang sholat di tempat pelatihan mereka,Neuhammer tahun1943
Tujuan utama dibentuknya divisi ini adalah mengamankan wilayah seluas 6000Km2 disekitar bosnia dan Kroasia yang menjadi "wilayah Aman" dan melakukan operasi operasi khusus yang sebagian besar adalah pembersihan anti-partisan di cakupan wilayah aman tersebut.

Salah satu Operasi Anti-Partisan pada tahun 1943 adalah Operasi Wegweiser yaitu operasi pembersihan anti partisan sekaligus operasi pertama handschar division yang terbilang cukup sukses dalam membersihkan wilayah Syrnia.Terhitung 573 anti-partisan tewas dan 82 lainya ditangkap.

Singkat cerita,pada akhir perang tahun 1944-1945 divisi ini bertempur melawan pasukan Rusia dan Bulgaria yang sudah merangsek masuk jauh menuju jerman.para prajurit yang tersisa banyak yang berusaha kembali ke bosnia,maupun menuju kearah barat untuk menyerah pada pasukan Inggris dan Amerika karna mendekam dipenjara russia dinilai lebih kejam dan pada akhirnya mereka akan menjadi pekerja paksa ditengah dinginya cuaca russia dan penyiksaan oleh para sipir penjara russia yang terkenal kejam.Diakhir perang sendiri sekitar 38 perwira diekstradisi ke Yugoslavia untuk menjalani pengadilan dan 10 diantaranya dieksekusi mati!

Saipan, Aksi Bunuh Diri Massal Warga Jepang Saat Perang Dunia II



Aksi bunuh diri massal terbanyak didunia pada abad ke-20 mungkin adalah sebuah aksi jatuhnya banyak korban jiwa bunuh diri massal akibat kejatuhan Jerman pada perang dunia ke-2 dan juga aksi bunuh diri yang dilakukan di kota Jonas. Namun kedua peristiwa aksi bunuh diri massal tersebut dalam hal jumlah dan kengerian yang dilakukan masih kalah oleh aksi yang dilakukan oleh para penduduk jepang di pulau Saipan pada masa perang dunia ke-2.

Walaupun penduduk Jepang bukanlah penduduk asli pulau Saipan, namun lebih dari satu generasi mereka telah menghuni pulau tersebut. Diperkirakan terdapat sekitar 25 000 jiwa penduduk sipil yang mendiami pulau tersebut saat pasukan Amerika mendarat di Saipan pada bulan Juni 1944. Setelah bertempur selama 1 bulan melawan tentara Jepang yang ditempatkan dipulau tersebut, tentara Amerika berhasil mengalahkan pasukan Jepang dan mereka menawan tentara Jepang yang masih hidup sekaligus memindahkan mereka beserta warga sipil Jepang ke bagian utara pulau tersebut. Seperti yang terjadi disetiap perang, tentara musuh yang kalah akan ditangani secara manusiawi begitu juga para penduduk sipil yang mendiami pulau tersebut.

Namun di Saipan terdapat 2 masalah, pertama adalah kemungkinan pihak Jepang yang akan melawan terus hingga mati dan tidak membiarkan pihak Amerika untuk menawan baik itu tentara maupun warga sipil dan aksi Banzai (bunuh diri) terbesar selama perang dunia ke-2 adalah terjadi di Saipan dimana 4 ribu tentara Jepang menempuh cara ini. Dan jika hal ini dirasa belum cukup, perintah langsung diberikan oleh Kaisar Hirohito yang memerintahkan agar para penduduk sipil dipulau tersebut untuk melakukan aksi bunuh diri daripada harus ditangkap hidup-hidup. Walau setelah perang dunia berakhir perintah ini dianggap palsu, namun tampaknya berbagai bukti mendukung bahwa perintah tersebut dikeluarkan oleh Kaisar Hirohito.

Yang kedua adalah kemungkinan adanya aksi brutalisme yang dilakukan oleh tentara Amerika dimedan pertempuran Asia Pasifik. Jika tentara Amerika menemukan sebuah bunker perlindungan bawah tanah yang kadang menjadi tempat penampungan para pengungsi, mereka tanpa bertanya apakah itu warga sipil atau militer mereka menghanguskan bunker-bunker dengan penyembur api (Flame Thrower) yang menyebabkan ketakutan warga sipil terhadap tentara Amerika. Selain itu kurangnya simpati terhadap Jepang yang kemungkinan disebabkan aksi Jepang yang menyerbu pangkalan militer Amerika di Pearl Harbour seperti yang terdapat dibeberapa dokumen militer Amerika.

Kemungkinan kedua faktor diatas yang menyebabkan ketika marinir Amerika memaksa para penduduk Jepang pindah ke bahagian utara dimana ribuan warga jepang dikumpulkan yang akhirnya menjadi sebuah bencana besar bagi kemanusiaan. Amerika sebenarnya melalui Loudspeaker dan para marinir Amerika telah menawarkan makanan dan pengawalan bagi para warga sipil untuk pindah kebagian utara pulau. Tapi banyak warga sipil yang tidak tertarik dan terlalu takut untuk mendengarkan, selain itu mungkin mereka mendapat perintah langsung dari Kaisar untuk tidak menjadi tawanan hidup-hidup. Akhirnya terjadilah aksi ekstrim yang dilakukan oleh para warga sipil tersebut, banyak diantara mereka yang melompat terjun kelaut dari sebuah tebing atau melakukan tindakan bunuh diri menggunakan pisau atau menggunakan granat yang mereka dapatkan dari tentara Jepang.

Namun kebanyakan dari mereka melakukan aksi bunuh diri meloncat ke laut dari sebuah tebing yang kini menjadi sebuah tempat objek wisata yang banyak dikunjungi para tourist.

Ada film dan dokumentasi photo yang diambil oleh marinir Amerika yang mengabadikan aksi bunuh diri massal mengerikan yang dilakukan oleh warga sipil Jepang dibagian utara pulau Saipan.

Berapa banyak orang yang meninggal dalam aksi bunuh diri massal tersebut? seperti yang sudah disebutkan terdapat sekitar 25 000 warga sipil mendiami pulau Saipan, dan merujuk pada kematian angka 22000 merupakan angka yang diperkirakan terjadi walaupun angka ini sangat mustahil merujuk kepada jumlah yang begitu besar.

Walaupun begitu dalam segala hal, terbunuhnya warga sipil baik sengaja maupun tidak sengaja akibat tindakan militer Amerika yang berusaha untuk menguasai pulau tersebut merupakan sebuah tragedy kemanusiaan. Pejabat militer Amerika memperkirakan terdapat sekitar 13000 tahanan sipil yang melakukan aksi bunuh diri dan 10000 diantaranya melakukan aksi bunuh diri dengan cara terjun dari tebing dan 3 ribu lainnya dengan cara yang berbeda diseluruh pulau tersebut.

Perang walau dengan apapun dan cara apapun dan maksud apapun tidak pernah memberikan suatu alasan yang cukup baik untuk sebuah aksi kemanusian walaupun berdasarkan atas nama kemanusiaan dan pembebasan.

Misteri Rahasia Emas Batangan Soekarno




Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John Fitzgerald Kennedy. Konon penembakan John F Kennedy pada November 1963 yang membuatnya tewas secara tragis lantaran menandatangani perjanjian tersebut.
Quote:
Konon pula penggulingan Ir Soekarno dari kursi kepresidenan wajib dilakukan jaringan intelijen AS disponsori komplotan Jahudi (Zionis Internasional) yang tidak mau AS bangkrut dan hancur karena mesti mematuhi perjanjian tersebut juga tidak rela melihat RI justru menjadi kuat secara ekonomi di samping modal sumber daya alamnya yang semakin menunjang kekuatan ekonomi RI. selain itu ada beberapa tujuan lain yang harus dilaksanakan sesuai agenda Zionis Internasional. Berikut ini saya coba tulis hasil penelusuran pada tahun 1994 s/d 1998, berlanjut tahun 2006 s/d 2010, ditambah informasi dari beberapa sumber. Tapi mohon diingat, anggap saja tulisan ini hanya penambah wawasan belaka.
Perjanjian itu biasa disebut sebagai salah satu ’Dana Revolusi’, atau ’Harta Amanah Bangsa Indonesia’, atau pun ’Dana Abadi Ummat Manusia’. Sejak jaman Presiden Soeharto hingga Presiden Megawati cukup getol menelisik keberadaannya dalam upaya mencairkannya.

Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva dibuat dan ditandatangani pada 21 November 1963 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy (beberapa hari sebelum dia terbunuh) dan Presiden RI Ir Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya. Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian ; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian). Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Biaya pembayaran sewa kolateral yang 2,5 persen ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas restu Sri Paus Vatikan. Sedang pelaksanaan operasionalnya dilakukan Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut, yakni pada 21 November 1965.

Namun pihak-pihak yang menolak kebijakan John F. Kennedy menandatangani perjanjian itu, khususnya segelintir kelompok Zionis Internasional yang sangat berpengaruh di AS bertekat untuk menghabisi nyawa dan minimal karir politik kedua kepala negara penandatangan perjanjian itu sebelum masuk jatuh tempo pada 21 November 2965 dengan tujuan menguasai account The HEF tersebut yang berarti menguasai keuangan dunia perbankan.

Target sasaran pertama, ’menyelesaikan’ pihak I selaku pembayar, yakni membuat konspirasi super canggih dengan ending menembak mati Presiden AS JF Kennedy itu dan berhasil. Sudah mati satu orang penandatangan perjanjian, masih seorang lagi sebagai target ke II, yakni Ir Soekarno. Kaki tangan kelompok Zionis Internasional yang sejak awal menentang kesepakatan perjanjian itu meloby dan menghasut CIA dan Deplu AS untuk menginfiltrasi TNI-AD yang akhirnya berpuncak pada peristiwa G30S disusul ’penahanan’ Soekarno’ oleh rezim Soeharto. Apesnya lagi, Soekarno tidak pernah sempat memberikan mandat pencairan fee penggunaan kolateral AS itu kepada siapa pun juga !! Hingga beliau almarhum beneran empat tahun kemudian dalam status tahanan politik.

Sedangkan kalangan dekat Bung Karno maupun pengikutnya dipenjarakan tanpa pengadilan dengan tudingan terlibat G30S oleh rezim Soeharto. Mereka dipaksa untuk mengungkapkan proses perjanian itu dan bagaimana cara mendapatkan harta nenek moyang di luar negeri itu. Namun usaha keji ini tidak pernah berhasil.
Hal Ikhwal Perjanjian

Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambing Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.

Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.

Bagi bangsa AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.

Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.

Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.

Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!

Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bun Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.
 
Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.

Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak.

Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.

Quote:
George Soros dengan dibantu ole CIA berusaha untuk membobol account khusus tersebut. Bahkan, masih menurut sumber yang bisa dipercaya, pada akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil yang terdiri dari CIA dan MOSSAD mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut.
Selain itu, George Soros dibantu dinas rahasia CIA pernah berusaha membobol account khusus tersebut, namun gagal. Bahkan akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil agen CIA dan MOSSAD (agen rahasia Israel) mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut termasuk untuk mencari tahu siapa yang diberi mandat Ir Soekarno terhadap account khusus itu. Padahal Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun. artinya pemilik harta rakyat Indonesia itu tunggal, yakni Bung Karno sendiri. Sampai saat ini !!
Penjahat Perbankan Internasional Manfaatkan Saat Ada Bencana Alam Besar

Sialnya, CUSIP Number (nomor register World Bank) atas kolateral ini bocor. Nah, CUSIP inilah yang kemudian dimanfaatkan kalangan bankir papan atas dunia yang merupakan penjahat kerah putih (white collar crime) untuk menerbitkan surat-surat berharga atas nama orang-orang Indonesia. Pokoknya siapa pun dia, asal orang Indonesia berpassport Indonesia dapat dibuatkan surat berharga dari UBS, HSBC dan bank besar dunia lainnya. Biasanya terdiri dari 12 lembar, diantaranya ada yang berbentuk Proof of Fund, SBLC, Bank Guaranted, dan lainnya. Nilainya pun fantastis, rata-rata di atas 500 juta dolar AS hingga 100 miliyar dolar AS.

Ketika dokumen tersebut dicek, maka kebiasaan kalangan perbankan akan mengecek CUSIP Number. Jika memang berbunyi, maka dokumen tersebut dapat menjalani proses lebih lanjut. Biasanya kalangan perbankan akan memberikan bank officer khusus bagi surat berharga berformat Window Time untuk sekedar berbicara sesama bank officer jika dokumen tersebut akan ditransaksikan. Sesuai prosedur perbankan, dokumen jenis ini hanya bisa dijaminkan atau dibuatkan rooling program atau private placement yang bertempo waktu transaksi hingga 10 bulan dengan High Yield antara 100 persen s/d 600 persen per tahun.

Nah, uang sebesar itu hanya bisa dicairkan untuk proyek kemanusiaan. Makanya, ketika terjadi musibah Tsunami di Aceh dan gempa di DIY, maka dokumen jenis ini beterbangan sejagat raya bank. Brengseknya, setiap orang Indonesia yang namanya tercantum dalam dokumen itu, masih saja hidup miskin blangsak sampai sekarang. Karena memang hanya permainan bandit bankir kelas hiu yang mampu mengakali cara untuk mencairkan aset yang terdapat dalam rekening khusus itu.

Di sisi lain, mereka para bankir curang juga berhasil membentuk opini, dimana sebutan ’orang stress’, sarap atau yang agak halus ’terobsesi’ kerap dilontarkan apabila ada seseorang yang mengaku punya harta banyak, miliyaran dollar AS yang berasal dari Dana Revolusi atau Harta Amanah Bangsa Indonesia. Opini yang terbentuk ini bagi pisau bermata dua, satu sisi menguntungkan bagi keberadaan harta yang ada pada account khusus tersebut tidak terotak-atik, namun sisi lainnya para bankir bandit dapat memanfaatkannya demi keuntungan pribadi dan komplotannya ketika ada bencana alam besar di dunia, seperti bencana Tsunami di Jepang baru-baru ini. Tapi yang paling berbahaya, tidak ada pembelaan rakyat, negara dan pemerintah Indonesia ketika harta ini benar-benar ada dan mesti diperjuangkan bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Kaitannya dengan Satria Piningit, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, Ratu Adil

Penulis punya pengertian, ketika Satrio Piningit sudah melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin maka beliau menjadi Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu (SPSW) karena kecintaannya yang teramat sangat kepada TUHAN ALLAH. Takut akan TUHAN dengan mencintai-NYA dengan segenap hatinya menjadi awal setiap langkah beliau dalam melaksanakan tugas membawa rakyat Nusantara maupun umat manusia menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang hakiki. Ketika semua umat manusia pada umumnya dan rakyat Nusantara pada khususnya sudah mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran yang hakiki itu, maka beliau mendapat sebutan sang Ratu Adil.

Kami juga berkeyakinan, sang SPSW yang mampu mendapatkan kembali harta abadi rakyat Nusantara, bagaimana pun prosesnya. Karena kepemimpinannya memang mendapat bimbingan langsung TUHAN Pemilik Semesta Alam. Semua harta itu akan diserahkan kepada negara yang dipimpinnya untuk dikelola demi kesejahteraan dan kemakmuran segenap pemilik sejatinya, yakni bangsa Nusantara ini !!

Kamis, 29 November 2012

WAOOWW!!! TARZAN ASAL INDONESIA HIDUP BERSAMA HARIMAU


Kamu pasti tahu kisah tentang Tarzan yang bersahabat serta tinggal bersama dengan kera di hutan bukan?? Nah, ternyata itu bukan hanya dongeng belaka loh, tapi ada kisah nyatanya, dan itu terjadi di Indonesia. OMG!!!

Waooww!!! Tarzan Asal Indonesia Hidup Bersama Harimau
Tarzan asal Indonesia, bersahabat dekat dengan Harimau

Sedikit berbeda dengan yang diceritakan kebanyakan, Tarzan asal kota Malang, Indonesia ini bersahabat dekat dengan Harimau Loreng yang Ia panggil dengan ‘Mulan’.

Waooww!!! Tarzan Asal Indonesia Hidup Bersama Harimau
Mulan saat memeluk sahabatnya dan mengajaknya bercanda

Pemuda yang bernama Abdullah Sholeh, 31 tahun, kerap mengunjungi sang sahabat untuk bertemu kangen. Begitu pula sebaliknya, Mulan juga sering menginap di ranjang ‘reot’ milik Abdullah. Dan bukannya takut, Ia malah senang bersahabat dengan makhluk buas.

Waooww!!! Tarzan Asal Indonesia Hidup Bersama Harimau
Abdullah Sholeh berciuman dengan Mulan

“Saya tidak pernah merasa takut, setiap hari saya menganggapnya teman. Ketika dia menggigit atau mencakar dia menjadi seekor harimau yang normal.”

Ugh…serem juga ya.. Hati-hari deh buat pak Abdul, baek-baek sama kukunya tu kucing, bisa nyulek mata.

Minggu, 25 November 2012

Di Mata Dunia - Sejarahnya Indonesia Di Mata Dunia

Sejarahnya Indonesia Di Mata Dunia

Sejarahnya Indonesia Di Mata Dunia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata.. Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau).
 
Awalnya Nusantara
Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).
Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.
 
Awal Mula Nama Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”.
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
“Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.
Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880.
Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

100 Ciri Orang Indonesia



Sebagai Orang Indonesia sudah sepatutnya kita harus membenah diri, mengintropeksi diri, bagaimanakah kita sekarang? ya mungkin postingan yang diberikan admin  ini akan mampu membuat sobat semua menjadi lebih baik, dan mampu untuk mengangkat nama Indonesia di depan gerbang dunia yang lebih merdeka dan makmur, amin. Seperti yang dilansir gudangilmukeren. 





 
1. “Kapan libur?” merupakan suatu pertanyaan yang sangat sering ditanyakan oleh orang Indonesia
2. anak-anak kecil di Indonesia lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu-lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya)
3. Ancol selalu ramai di hari Lebaran dan Tahun Baru
4. artis-artis Indonesia yang sudah kurang laku, mencoba peruntungan di dunia politik
5. bahasa gaul dan bahasa SMS adalah salah satu bahasa wajib di Jakarta
6. banyak orang yang tidak membeli karcis KRL Ekonomi, padahal harganya rata-rata hanya berkisar antara Rp1.500,00 – Rp2.500,00 (dulu)
7. banyak yang menuntut hak padahal mereka belum melakukan kewajiban
8. berbicara dengan bahasa daerah di tengah-tengah orang-orang yang tidak mengerti bahasa tersebut adalah suatu kepuasan batin
9. cinta ditolak? Dukun bertindak!
10. dangdut sangat digemari oleh masyarakat luas
11. di Indonesia, seseorang bisa jatuh pingsan ketika bertemu dengan idolanya
12. di Indonesia, setiap guru Bahasa Indonesia memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang Bahasa Indonesia, tidak ada yang sama. Jawaban mengenai satu soal EYD (misalnya) bisa menjadi sangat rumit dan beragam (berbeda-beda) bila ditanyakan oleh guru-guru Bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke
13. di setiap pesantren, Kiyai tidak pernah salah
14. di setiap truk-truk pengangkut barang biasanya terdapat gambar-gambar lukisan wanita di bagian belakang
15. di universitas-universitas di Indonesia banyak remaja yang berminat belajar di Fakultas Hukum
16. diberhentikan oleh polisi lalu lintas berarti harus siap-siap merogoh kocek Anda
17. Dufan adalah tempat yang cocok untuk berbagai masalah asmara dan percintaan
18. film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton
19. hampir 80% tayangan stasiun televisi swasta di Indonesia adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik
20. hampir semua orang menyukai masakan Padang
21. hampir tidak ada orang yang mengatakan “naik bus Transjakarta”, tapi orang-orang akan mengatakan, “naik
Busway”
22. hukum di Indonesia sangat payah
23. iklan-iklan SMS registrasi sangat mewabah di Indonesia
24. Jakarta itu keras
25. Jakarta selalu banjir
26. Jakarta selalu macet
27. jalan-jalan berlubang di Jakarta dan sekitarnya rata-rata baru diperbaiki ketika akan ada pemilihan lurah, camat, walikota, atau gubernur
28. kata-kata yang sangat mudah diucapkan oleh orang Indonesia adalah kata “maaf” (tapi kemudian diulangi lagi)
29. kebiasaan orang Jakarta salah satunya adalah pergi mudik ketika mendekati Lebaran dan kemudian membawa sanak saudara lainnya dari kampung untuk ikut tinggal di Jakarta
30. kebutuhan paranormal di Indonesia tidak akan pernah habis
31. kebutuhan sex remaja semakin meningkat
32. kehidupan malam di Jakarta sangat “wow”
33. kejujuran adalah hal yang kurang populer di negerini
34. ketika perut kosong, orang-orang bisa menjadi anarkis, tapi akan menjadi kalem bila perut sudah terisi
35. korupsi adalah hal yang lazim di Indonesia
36. korupsi tidak selalu identik dengan uang
37. koruptor punya link yang sangat bagus sehingga tidak perlu khawatir akan tindakannya
38. KRL Ekonomi di Jakarta selalu penuh sesak di pagi hari
39. KRL terlambat bukan suatu masalah baru
40. liburan ke Bali berarti orang kaya
41. mayoritas mahasiswa hobi berdemo
42. maling ayam biasanya dihabisi dan dipukuli olehmasyarakat (paling parah dibakar)
43. masalah penipuan, pembajakan, dan pemalsuan, Indonesia ahlinya!
44. masalah-masalah di Indonesia tidak pernah selesai karena di Indonesiaberlaku tiga macam sudut pandang, yaitu dari sisi teologi (agama), metafisik (supranatural), dan ilmiah, sedangkan negara-negara maju tidak lagi memandang suatu masalah dari sudut pandang metafisik dan teologi, hanya dari masalah ilmiah saja. Ketiga sudut pandang ini tidak akan pernah bisa menyatu, itulah salah satu alasan mengapa Indonesia tidak maju-maju
45. maskapai penerbangan Indonesia sangat berani terbang bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun
46. masyarakat muslim di Indonesia tidak pernah merayakan sholat Idul Fitri secara serempak karena masing-masing merasa paling pintar dan paling benar
47. mayoritas supir-supir angkutan umum di Jakarta adalah orang Batak dan orang Minang
48. menambahkan gelar “haji” setalah pergi ke Tanah Suci adalah suatu keharusan
49. mengemis adalah salah satu pekerjaan para perantau yang kurang berhasil di Jakarta
50. mengerjai junior ketika ospek merupakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi para senior
51. mengucapkan janji sangatlah mudah, tapi melaksanakannya?
52. menjadi rombongan kampanye suatu partai adalah salah satu hobi masyarakat Indonesia
53. merokok di tempat umum (bahkan dalam angkatan umum) adalah biasa dan terkesan tidak mengganggu sekitar
54. metode menyontek di kalangan pelajar semakin lama semakin berkembang dan canggih
55. musuh nomor satu angkutan umum adalah pengendara motor
56. musuh para pengendara mobil adalah segala angkatan umum ditambah pengendara motor
57. ngekost berarti bebas dari kekangan orang tua
58. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih pintar dari orang lain
59. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih religius dari orang lain
60. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih tahu segalanya
61. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa yang paling benar
62. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu protes
63. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada
64. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak takut mati
65. orang Indonesia adalah orang-orang yang unik yang masih ada di dunia ini
66. orang Indonesia gemar mencaci maki dengan kata-kata kotor, seperti: A****g! B**i! M****t! T*i! Dan kata-kata kotor lainnya yang berhubungan dengan alat vital manusia
67. orang Indonesia gemar menggunakan istilah asing dalam berbagai percakapan
68. orang Indonesia kadang lebih Inggris daripada orang Inggris sendiri
69. orang Indonesia sangat menyukai junk food
70. orang Indonesia bahkan lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri
71. orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak
72. orang Indonesia selalu membuat hal sederhana menjadi hal yang rumit
73. orang Indonesia tidak pernah mau belajar dari kesalahan dan terus mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut
74. orang Indonesia tidak pernah mau mengerti dan menghargai orang lain
75. orang-orang cinta Jakarta sekalipun hidupnya tidak tenang di kota ini
76. orang-orang dulu mendukung SBY, tapi ketika jadi presiden, tidak sedikit orang yang menghinanya bahkan minta turun dari jabatannya, tapi yakinlah, ketika pemilu nanti orang-orang akan kembali memilih SBY
77. orang-orang Indonesia senang membuang kata-kata “jangan”, seperti JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, menjadi buang sampah sembarangan, lalu, JANGAN MENYELAK, menjadi menyelak, JANGAN MENYONTEK, menjadi menyontek, dan sebagainya
78. orang-orang yang duduk di DPR tidak pernah merasa cukup dengan gaji yang diterimanya
79. orang-orang yang duduk di lembaga legislatif negara sangat gemar melakukan kegiatan studi banding di negara-negara lain
80. orang-orang yang sportif adalah kaum minoritas
81. pengendara motor selalu ada di barisan terdepan di lampu merah
82. pengendara motor selalu kabur ketika melakukan kesalahan
83. pengendara motor selalu lebih galak walaupun sebenarnya dia yang salah
84. pengendara motor selalu tergesa-gesa seperti dikejar setan
85. pengendara motor tidak pernah mau disalahkan
86. pengendara motor tidak pernah mau mengalah
87. pengendara motor tidak pernah taat aturan
88. PNS adalah salah satu pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia
89. prinsip “mangan ora mangan yang penting ngumpul” sangat berlaku diJakarta
90. rasa kesukuan di Indonesia sangat kuat daripada rasa nasionalisme terhadap Indonesia sendiri
91. rata-rata orang Indonesia pelit (bukan hemat)
92. rata-rata orang Indonesia selalu meninggikan anak-anak IPA dan menganggap remeh anak-anak IPS (padahal mayoritas anak IPA ketika kuliah nantinya memilih IPS)
93. rata-rata wanita Indonesia sangat senang bila mempunyai pacar orang asing (bule)
94. reformasi sangat dijunjung tinggi di negeri ini
95. remaja wanita sangat menyukai film horor
96. salah satu pemikiran remaja-remaja Indonesia adalah, free sex? Why not? Yang penting save sex
97. salah satu prinsip orang yang punya kekuasaan atau memiliki peran yang penting dalam sautu hal adalah, “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah? Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat?”
98. semua restoran, rumah makan, dan warung makan pasti akan selalu ramai di saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan
99. seni dari naik KRL Ekonomi adalah ketika orang tersebut bisa duduk di atas atap gerbong kereta dengan nyaman
100. sepeda motor adalah kendaraan favorit masyarakat

Selasa, 20 November 2012

Inilah Orang Yang Menyumbang Emas Di Tugu Monas






Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.


Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku markamlah saudagar yang dimaksud itu.

Itu baru segelintir karya Teuku markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan markam dalam sebuah legenda.

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, makassar, medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku markam. Dan kini, ahli waris Teuku markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.

Siapakah Teuku markam ?
Teuku markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Teuku markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan manaf Lubis.
Sebagai prajurit penghubung, Teuku markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar muda) karena "disiriki" oleh orang lain. Akibatnya Teuku markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, medan, Jakarta, makassar, Surabaya. Bisnis Teuku markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor - impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku markam konon juga ikut menjadisumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Peran Teuku markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti menteri PU Ir Sutami, politisi Adam malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.

Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. "Memang betul, saat itu Teuku markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya," kata Teuku Syauki markam, salah seorang putra Teuku markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus "pinjaman" yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.
Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku markam dari tahanan.

Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku markam mendirikan PT marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen - Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.
Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek markam "dianggap" angin lalu.

Teuku markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.



sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/50a9b68cea74b48f6500007e/inilah-orang-yang-menyumbang-emas-di-tugu-monas/

Senin, 12 November 2012

Gang dolly n texas Unijoyo: ah..ih..uh

Temanku barusan mendapat berita penting dari temannya yang kuliah di Universitas di berbagai penjuru: Jogya, malang, unesa dan mungkin banyak lagi. Tapi terlewatkan karena beberapa hal. Terus terang hal ini membuat saya menjadi semakin bangga mendengar berita yang menghebohkan (bagi saya pribadi) perihal kampus kami tercinta. Sekalipun pada akhirnya agak sedikit tersenyum kecut atas realita ini.

Kita tahu untuk menjadi terkenal memang membutuhkan semacam pelecut nama, istilah kerennya sensasi. Dari sinilah kita akan di ekspose, kemudian dikenal lantas nama melejit – soal sensasi yang baik atau buruk itu urusan nanti – yang penting adalah bagaimana bisa terkenal itu yang utama. Ya setidaknya bisa sedikit meringankan beban humas Unijoyo dalam hal promosi – sekalipun di kalangan calon mahasiswa hidung belang. Tapi bagi saya perlu saya garis bawahi disini adalah masalah sensasi ini bukan karya dari dalam jajaran rektorat, dekanat sampai di tataran jurusan untuk melejitkan nama Unijoyo di dunia luar. Dan sekali lagi ini hanya parodi yang lahir dari mahasiswa Unijoyo sendiri dan kabetulan realitas ini menjadi hiburan bagi saya selepas stess karena tugas dari jurusan komunikasi. 

Kembali lagi ke masalah melejitnya nama Unijoyo di kampus-kampus lain. Terus terang saya tertegun dan kaget, ketika teman saya mengatakan bahwasannya kampus kita terkenal. Saya begitu antusias mendengarkan – apa mungkin Unijoyo kini mendapat prestasi akademik di luar hingga mengalahkan Unair, Brawijaya dan UGM. Atau mungkin UI misalnya. Saya begitu tak sabar mendengar kelanjutan cerita teman saya. 

Di benak saya waktu itu adalah Unijoyo terkanal insan akademiknya disamping Unijoyo yang terkenal sebagai kampus perjuangan. Saya pasti menitikkan air mata bila mana itu benar terjadi. Apalagi itu di mata kampus yang namanya tak bisa diremehkan. Dan setelah teman saya menceritakan kelanjutan ceritanya, saya menjadi amat tertegun dan sedikit nyengir. “Bagaimana tidak. Di unijoyo terkenal ada nama gang dolly n gang texasnya” lanjutnya sambil tertawa ngakak. “Dasar mahasiswa komunikasi gendeng. Berita kayak gitu kog ngakak”. Dan kemudian saya memafhumi. Kalau tak seperti itu bukan komunikasi namanya.

Ya Tuhan apalagi cobaanmu ini. Kampusku terkenal memiliki lingkungan kos mahasiswa yang bernama gang dolly dan gang texas. Kabarnya gang dolly dan gang texas du jadikan sebuah simbol hedonisme yang ada di lingkungan kampus Unijoyo.

Batapa saya tidak mengelus dada. Realita semacam itu menjadi bahan perbincangan dan sesuatu yang lux bagi mahasiswa universitas gede itu. Sekalipun kita ketahui bersama bahwasannya semua kampus yang menertawakan kita pasti juga memiliki realita semacam ini juga di kampusnya. Hanya saja perbedaannya, kita lebih senang berlari dengan menunjukkan boroknya kita. Apa memang ini yang menjadi budaya di kampus yang terletak di pulau garam ini. Dan kalau memang bener, ya sudah sekalian saja kita rusak-rusak sekalian. Tak perlu lah kita menutup-nutupi kebusukan kita kalau nyatanya memang sudah tercium baunya. Bisa dibilang hedonisme-hedonisme aja, tak perlulah kita ngomong perjuangan, agama, dan moral kalau nyatanya pelacuran di kampung sendiri kita menutup mata. Sekalipun saya tahu bahwa realita ah ih uh ah ih uh yes no di gang dolly dan gang texas bukan merupakan cerminan dari keseluruhan masyrakat unijoyo. Tapi paling tidak mewakili lah. 

Tapi yang mengherankan adalah fenomena semacam itu merupakan hal yang biasa di kalangan mahasiswa Unijoyo sendiri. Kemudian lahirnya parodi ini kalau saya lihat telah lahir dari pikiran kreatif dari para pecandu warung kopi dan rokok itu sendiri. Dan kalau kita tanya apa yang membuat mereka menamainya (gang dolly dan gang texas) hingga kini bisa sampai terdengar di kampus yang nun jauh di sana. Lantas dimana kebanggaan dari para aktivisnya yang ngomong ngalor ngidul masalah negeri ini dengan mulut berbusa di depan orang banyak tapi resletingnya terbuka lantas kelaminnya keluar. Ngomong masalah nasionalisme, agama, negara, perjuangan, tapi memperjuangkan hal yang di depan mata saja kita malas.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apa realitas melejitnya nama Unijoyo ini memang sengaja di banggakan dan di sebarkan oleh para mahasiswa unijoyo sendiri, atau memang sudah menjadi takdir tuhan? Atau mungkin ini sebuah lecutan agar pihak intern kampus lebih kreatif dalam melejitkan nama Unijoyo di dunia luar. Dan lecutan untuk para mahasiswa, agar lebih bisa menjual sesuatu yang mungkin dapat lebih di banggakan, ketimbang oleh realita gang dolly dan gang texas. 

Inikah wajah Unijoyo. Sebuah kampus yang mahasiswanya meletakkan masalah sex tak lagi di sebuah ritus suci pelaminan dan ranjang pengantin. Tapi kemudian mengesernya menjadi hal remeh yang bisa dilakukan dimanapun. Dan bebas pula. Kemudian dimana sisi religiusitas dari pulau Madura itu sendiri. Yang menjadikan sebuah ciri yang tidak dimiliki oleh kampus lain – ya setidaknya meskipun kalah di bidang yang akademik, setidaknya religiusitas mahasiswanya bisa nomor satu lah – atau mungkin perjuangannya yang kabar burugnya mulai melempem. Dan ternoda urusan duid.

Lantas di tempat mana lagi kita akan menyembunyikan wajah kita. Di lipatan bantal tempat kita tidur, buku, organisasi eksternal, atau di lipatan BRA kekasih kita yang kita telanjangi di kos. Sudah macetkah daya dari mesin kreatifitas mahasiswa di Unijoyo? Jawaban itu sudah tidak perlu kita bawa ke Mama Lauren. Tapi dengan kita mengamati unijoyo dari dekat sekali. Dimana mata kita akan silau dengan tragedi dan berbagai hal ironi yang ada di dalamnya. 

Mungkin yang dapat saya kemukakan adalah bagai mana kita mulai dongkrak nama kampus perjuangan ini dari perjuagan yang paling kecil hingga lebih besar. Tak perlu lah kita meletakkan perjuangan rakyat sebagai masalah nomor 1 tapi nyatanya perjuangan membentuk nama baik kampus di jadikan urusan nomor duaratus tiga puluh sembilan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...